SAMBUT MEA, KOREM 152/BBL BEKALI SEMANGAT NASIONALISME MMAHASISWA
12/22/2014
0
komentar
TERNATE, Dalam menyambut masyarakat ASEAN (MEA) tahun 2015, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) melalui Korem 152 Babullah melaksanakan kuliah disejumlah kampus di wilayah provinsi Maluku Utara, guna membakali semangat nasionalisme kepada mahasiswa. Komandan Korem 152 Babullah Kolonel Inf. Agus Arifin Fadila kepada wartawan usai ucapara Hari Juang Kartika mengatakan, pihaknya sudah memberikan umum tentang semangat nasionalisme dibeberapa perguruan tinggi seperti Unkhair, UNNU Tidore, Unera Tobelo dan sejumlah kampus guna membekali mahasiswa terhadap paham nasionalisme. Sementara perguruan tinggi lain seperti di Labuha belum dilaksanakan.
Menurut Danrem, dalam menanamkan semangat bagi generasi muda tentang nasionalisme kebangsaan tak terlepas dari adat dan tradisi. Artinya kata Danrem, keindonesiaan tanpa harus kehilangan kemaluku utaraandan keternatean. Karena itu adat seatoran harus tetap dipertahankan. Agus mengakui, masyarakat ASEAN yang kini lagi trend tak bisa dihindari karena itu merupakan keinginan global. Fenomena global menurutnya, adalah suatu kecenderungan masyarakat dunia. “Kalau kita menutup diri berarti Negara kita tidak akan maju,” katanya. Danrem mencontohkan, Cina yang sebelumnya menutup diri untuk memproteksi budaya, kini menjadi sebuah Negara yang demokratis. Bahkan kini telah membuka diri untuk investor sehingga semua orang boleh berdagang di Cina. Sebab itu, MEA tidak mungkin ditolak masyarakat Indonesia karena itu merupakan kecenderungan masyarakat global.
Bagi Danrem, Indonesia sudah memiliki komitmen dengan MEA, jika menutup diri dan tak menerima akan rugi. “Kita tidak bisa mengekspor bahan pokok, risikonya kita tidak siap otomatis Indoensia akan menjadi pasrah bagi orang lain dan kita menjadi objek bagi ASEAN,” paparnya. Membekali nasionalisme dan kebangsaan tak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab TNI-AD, tetap menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa ini, bersatu padu menyiapkan orang Maluku Utara untuk siap menerima MEA, jika hubungan antar negara sudah mengglobal tanpa batas. “Itu sudah menjadi fenomena global,” tanasnya. Menjadi Indonesia secara non fisik tanpa kehilangan Ternate. Ia mencontohkan, TNI-AD membantu penangkalan peredaran minuman keras (Miras), penimbunan BBM. Ketika orang berteriak anti MEA otomatis akan menutup diri, maka tak mungkin mengekspor fuli, cengkeh dan kopra. “Jika Indonesia tidak siap, maka Indoensia akan menjadi pasar bagi neraga ASEAN, tetapi jika Indoensia siap justru kita jadikan negara ASEAN bagaikan pasar bagi kita,” jelasnya. (penrem152/bbl)
Menurut Danrem, dalam menanamkan semangat bagi generasi muda tentang nasionalisme kebangsaan tak terlepas dari adat dan tradisi. Artinya kata Danrem, keindonesiaan tanpa harus kehilangan kemaluku utaraandan keternatean. Karena itu adat seatoran harus tetap dipertahankan. Agus mengakui, masyarakat ASEAN yang kini lagi trend tak bisa dihindari karena itu merupakan keinginan global. Fenomena global menurutnya, adalah suatu kecenderungan masyarakat dunia. “Kalau kita menutup diri berarti Negara kita tidak akan maju,” katanya. Danrem mencontohkan, Cina yang sebelumnya menutup diri untuk memproteksi budaya, kini menjadi sebuah Negara yang demokratis. Bahkan kini telah membuka diri untuk investor sehingga semua orang boleh berdagang di Cina. Sebab itu, MEA tidak mungkin ditolak masyarakat Indonesia karena itu merupakan kecenderungan masyarakat global.
Bagi Danrem, Indonesia sudah memiliki komitmen dengan MEA, jika menutup diri dan tak menerima akan rugi. “Kita tidak bisa mengekspor bahan pokok, risikonya kita tidak siap otomatis Indoensia akan menjadi pasrah bagi orang lain dan kita menjadi objek bagi ASEAN,” paparnya. Membekali nasionalisme dan kebangsaan tak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab TNI-AD, tetap menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa ini, bersatu padu menyiapkan orang Maluku Utara untuk siap menerima MEA, jika hubungan antar negara sudah mengglobal tanpa batas. “Itu sudah menjadi fenomena global,” tanasnya. Menjadi Indonesia secara non fisik tanpa kehilangan Ternate. Ia mencontohkan, TNI-AD membantu penangkalan peredaran minuman keras (Miras), penimbunan BBM. Ketika orang berteriak anti MEA otomatis akan menutup diri, maka tak mungkin mengekspor fuli, cengkeh dan kopra. “Jika Indonesia tidak siap, maka Indoensia akan menjadi pasar bagi neraga ASEAN, tetapi jika Indoensia siap justru kita jadikan negara ASEAN bagaikan pasar bagi kita,” jelasnya. (penrem152/bbl)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: SAMBUT MEA, KOREM 152/BBL BEKALI SEMANGAT NASIONALISME MMAHASISWA
Ditulis oleh Korem 152 Baabullah
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://wartakorem152.blogspot.com/2014/12/sambut-mea-korem-152bbl-bekali-semangat.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Korem 152 Baabullah
Rating Blog 5 dari 5
0 komentar:
Posting Komentar